Kitab Tauhid Istilah-Istilah Didalamnya Selesai كتاب التوحيد

ISTILAH-ISTILAH DIDALAM KITAB TAUHID

 

Adh-h (‘Idhah)            : sihir, dusta, tindakan mengadu domba, menghasut dan memfitnah.

 

Adhih ( ism fa’il )         : Tukang sihir.

 

Adwa:  Penjangkitan atau penularan penyakit.

 

Ain:Pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang melalui matanya,kena mata.

 

Alaihissalam: Semoga salam sejahtera senantiasa dilimpahkan (Allah) kepadanya.

 

Allah akbar: Allah Maha besar.

 

Atsar: ada dua pengertian :1-hadits  2-perkataan atau perbuatan yang dinisbatkan kepada sahabat atau tabi’in.

 

Azimah            : Lihat ruqyah.

 

Azza wa Jalla  : Maha Mulia dan Maha Agung.

 

Barzakh: Alam ghaib setelah manusia meninggal dunia sampai hari kiamat, atau alam kubur.

 

Dinar: nama satuan uang, pada zaman Rasulullah r yang terbuat dari emas.

 

Dirham: nama satuan uang, pada zaman Rasaulullah r yang lebih kecil nilainya daripada dinar, yang terbuat dari perak.

 

Fai’: harta yang diperoleh kaum muslimin dari musuh tanpa melalui peperangan, karena ditinggal lari oleh pemiliknya.

 

Fa’l: perasaan optimis; harapan bernasib baik dan sukses.

 

Ghanimah  : harta yang diambil alih oleh kaum muslimin dari musuh mereka ketika dalam peperangan; rampasan perang.

 

Ghaul: hantu (gendruwo), salah satu jenis jin.

 

Hadits: tuntunan dan tradisi yang diajarkan Rasalullah r melalui sabda, sikap, perbuatan dan persetujuan beliau; sesuatu    yang dinisbatkan kepada Nabi r, baik berupa perkataan, perbuatan, sikap, atau persetujuan.

 

Hamah: burung hantu.

 

Hasan: hadits yang tingkatannya di bawah hadits shaheh, karena daya hafal atau kecermatan dan ketelitian orang yang meriwayatkannya masih kurang, tetapi bila banyak atau ada berbagai jalan dalam meriwayatkannya maka hadits tersebut meningkat menjadi shaheh.

 

Ibadah: penghambaan diri kepada Allah I dengan mentaati segala perintahNya, dan menjauhi segala laranganNya, sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah r, disertai dengan penuh rasa kerendahan hati dan penuh rasa cinta.

 

Iman: ucapan hati dan lisan yang disertai dengan perbuatan, diiringi dengan ketulusan niat karena Allah, dan dilandasi dengan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah r.

 

Isnad: silsilah orang-orang yang meriwayatkan hadits dari Rasulullah r.

 

 

Istinja’: bersuci atau membersihkan diri setelah buang hajat kecil atau besar.

 

Iyafah: meramal nasib baik dengan menerbangkan burung, apabila terbang ke arah kanan berarti ada alamat baik. Sedang bedanya dengan thiyarah adalah kalau thiyarah itu meramal nasib buruk, atau merasa bernasib sial dengan melihat burung, hewan atau lainnya.

 

Jahiliyah            : kebodohan, yaitu suatu zaman yang ciri utamanya ialah mengagungkan selain Allah dengan disembah, dipuja, dipatuhi dan ditaati; ciri lainnya kebobrokan mental dan kerusakan akhlak, seperti zaman sebelum Islam.

 

Ja’iz: mubah; tidak dilarang dan tidak pula dianjurkan.

 

Jayyid: suatu tingkatan sanad di atas hasan.

 

Jibt: sihir; sebutan yang bisa digunakan untuk sihir, tukang sihir, tukang ramal, dukun, berhala dan yang sejenisnya.

 

Jizyah: semacam pajak yang dipungut dari orang orang non muslim yang mampu lagi dewasa, sebagai ganti daripada zakat yang dipungut dari orang-orang Islam, atas segala perlindungan dan ketentraman yang diberikan oleh kaum muslimin.

 

Al Khalil: kekasih mulia, tingkatannya lebih tinggi daripada habib (kekasih).

 

Khamilah          : pakaian yang berbulu atau berbeludru; pakaian tersebut terbuat dari wool.

 

Khamisah         : pakaian yang terbuat dari dari wool atau sutera dengan sulaman yang indah lagi menarik.

 

Kunyah (baca : kun-yah)           : nama panggilan untuk kehormatan, seperti : Abu al – Abbas, Abu Abdillah, Abu Ahmad, dll. Biasanya diambil dari nama anak yang pertama.

 

Makruh: sesuatu yang apabila dikerjakan kurang baik, tetapi apabila ditinggalkan akan mendapat pahala.

 

Marfu’: hadits yang disampaikan oleh Rasulullah r; sesuatu yang dinisbatkan kepada Rasulullah r baik itu berupa ucapan, perbuatan, sikap atau persetujuan, meskipun yang menisbatkan itu seorang sahabat atau tabi’in.

 

Mauquf: sesuatu yang dinisbatkan kepada seorang sahabat, baik itu berupa ucapan, perbuatan atau persetujuan; perkataan yang diucapkan seorang sahabat atau perbuatan yang dilakukannya atau persetujuannya terhadap apa yang dilakukan seorang tabi’in.

 

Mufti: orang yang memberikan fatwa atau petunjuk atas suatu masalah.

Nadzar: Ungkapan seseorang dengan ucapan bahwa ia akan melakukan sesuatu untuk Alloh jika tercapainya sesuatu baginya

 

Nau’: bintang ; arti asalnya : tenggelamnya atau terbitnya suatu bintang.

Nusyrah: tindakan untuk menyembuhkan atau mengobati orang yang terkena sihir dengan mantera atau jampi.

 

Qadha = qadar: ketetapan ilahi, artinya bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini diketahui, dicatat, dikehendaki dan diciptakan oleh Allah I.

 

Qunut: membaca doa dalam shalat, dilakukan sebelum ruku’ atau sesudahnya pada rakaat terakhir, terutama pada waktu nazilah (dalam keadaan ada bahaya).

Radhiyallahu ‘anhu;

 

‘anha; ‘anhuma             : semoga Allah senantiasa melimpahkan keridhaan kepadanya (laki-laki ; wanita ; mereka berdua).

 

Risywah           : sogokan ; uang semir ; uang pelicin.

 

Riya’: melakukan suatu amal dengan cara tertentu supaya diperhatikan orang lain dan dipujinya ; contohnya : seseorang melakukan shalat, lalu memperindah shalatnya ketika dia mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya.

 

Ruqyah: usaha penyembuhan suatu penyakit dengan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an, doa-doa, atau mantera-mantera.

 

Sakrat al maut  : rasa pedih dan sakit yang dirasakan seseorang ketika dicabut nyawanya ; sekarat.

 

Sanad: lihat Isnad.

 

Shafar: bulan kedua dalam tahun hijriyah, yaitu bulan sesudah bulan bulan muharram.

 

Shahih: hadits yang diriwayatkan secara bersinambung oleh orang-orang yang terpercaya (prilaku,

daya hafal dan kecermatannya) mulai dari awal sanad sampai yang terakhir, bebas dari suatu keganjilan atau sebab yang menjadikan hadits tersebut lemah.

 

Shallallahu‘alaihi wasallam : semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam sejahtera kepada beliau.

 

Subhanahu wa ta’ala     : Maha suci Allah dan Maha tinggi.

 

Subhanallah: Maha suci Allah.

 

Syahadat : persaksian dengan hati dan lisan bahwa “Tiada sembahan yang hak selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”, dengan mengerti maknanya dan mengamalkan apa yang menjadi tuntunannya, baik zhahir maupun batin.

 

Syafaat: perantaraan, yaitu perantaraan yang akan dilakukan oleh Rasulullah r kepada Allah I, dan hal itu dengan seizinNya, untuk meringankan beban umat manusia ketika di padang mahsyar (pada hari kiamat) dan inilah yang dinamakan syafaat al kubra (terbesar) atau disebut juga al Maqam al mahmud ; untuk memasukkan ke dalam sorga bagi mereka yang berhak mendapatkan sorga ; untuk tidak memasukkan ke neraka bagi ahli tauhid dari umatnya yang berdosa yang semestinya masuk neraka ; untuk mengeluarkan dari neraka orang orang ahli tauhid yang berdosa yang sudah masuk neraka ; untuk menambahkan pahala dan meningkatkan derajat bagi orang-orang penghuni sorga ; dan perantaraan kepada Allah untuk meringankan siksa bagi sebagian orang kafir dan ini khusus untuk paman beliau Abu Thalib.

 

Ta’ala: Maha Tinggi.

 

Ta’awwudz: meminta perlindungan kepada Allah engan mengucapkan A’udzu billah min …” ( aku berlindung kepada Allah dari …)

 

Tahmid: memuji Allah ta’ala dengan mengucapkan “Alhamdulillah” (segala puji hanya milik Allah).

 

Tahrif: menyelewengkan suatu nash dari Al Qur’an atau Hadits dengan merobah lafazhnya atau membelokkan maknanya dari makna yang sebenarnya.

 

Takbir: mengagungkan Allah dengan mengatakan “Allah Akbar” (Allah Maha besar).

 

Takyif: mempertanyakan bagaimana sifat Allah itu ; atau menentukan bahwa hakekat sifat Allah itu begini atau begitu.

 

Tamimah      : sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan dari rasa dengki seseorang, dsb. Dan termasuk dalam hal ini apa yang dinamakan dengan haikal.

 

Tamtsil : menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhlukNya.

 

Tathayyur    : berfirasat buruk ; merasa bernasib sial ; atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lain,

                          atau apa saja.

 

Ta’thil: mengingkari seluruh atau sebagian sifat-sifat Allah. Sedang perbedaannya dengan tahrif, bahwa ta’thil tidak mengakui makna sebenarnya yang terkandung oleh suatu nash dari Al Qur’an atau Al Hadits. Adapun tahrif ialah merobah lafadznya atau memberikan tafsiran yang menyimpang dari makna sebenarnya yang dikandung oleh nash tersebut. Lihat tahrif.

 

Ta’wil: ada tiga pengertian :

1-hakekat atau kenyataan yang sebenarnya dari sesuatu perkataan atau berita. Seperti kata kata ta’wil yang tersebut dalam Al Qur’an 7 : 3, 53 : 7, 39 : 10, dan sebagainya.

2-penafsiran, seperti kata kata para ahli tafsir : “ta’wil dari firman Allah …”, artinya : penafsiran dari firman Allah…

3-penyimpangan suatu kata dari makna yang sebenarnya ke makna yang lain. Dan inilah yang dimaksud dengan ta’wil yang sering disebutkan dalam pembahasan teologis.

 

Tiwalah: guna-guna ; sesuatu yang dibuat untuk supaya suami mencintai isterinya atau sebaliknya.

Thaghut            : setiap sesuatu yang diagungkan – selain Allah – dengan disembah, atau ditaati, atau dipatuhi, baik yang diagungkan itu batu, manusia, atau syetan.

 

Tharq: meramal dengan membuat garis di atas tanah. Caranya antara lain, seperti yang dilakukan orang-orang Jahiliyah, yaitu : dengan membuat garis-garis yang banyak secara acak (sembarangan ), lalu dihapus dua dua, apabila yang tersisa dua garis itu tandanya akan sukses atau bernasib baik, tetapi apabila tinggal satu garis saja itu tandanya akan gagal atau bernasib sial.

 

Ulama: Ilmuwan ; secara khusus : orang ahli dalam bidang agama Islam.

Umara’: pemimpin ; penguasa.

Wada’ah  sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang, menurut anggapan orang-orang Jahiliyah bisa digunakan sebagai penangkal penyakit.

 

 

About these ads

Komentar ditutup.