Faedah Hadits Ringkas

🌷Faedah Hadits Ringkas 
 
🍃Cara membuat Minuman yg Disukai Rosul Sholallohu alaihi wassalam dan bahan- Bahanya :
 
 
✅Ibnul Qoyim Aljauziyah rahimahulloh Berkata 
 
 ✅وثبت في ” صحيح مسلم ” أنه – صلى الله عليه وسلم –  «كان ينبذ له أول الليل، ويشربه إذا أصبح يومه ذلك والليلة التي تجيء والغد والليلة الأخرى، والغد إلى العصر، فإن بقي منه شيء سقاه الخادم، أو أمر به فصب» 
 
✅وهذا النبيذ: هو ما يطرح فيه تمر يحليه، وهو يدخل في الغذاء والشراب، وله نفع عظيم في زيادة القوة، وحفظ الصحة. ولم يكن يشربه بعد ثلاث خوفا من تغيره إلى الإسكار.
 
✅Telah Kuat Dalam Shahih Imam Muslim 
 
” Dahulu Rasulullah dibuatkan rendaman (kurma atau kismis) di awal malam, kemudian beliau meminumnya di pagi harinya, kemudian malam harinya, kemudian lusa dan malam harinya serta keesokan harinya lagi sampai menjelang ashar. Jika perasannya tersebut masih, beliau memerintahkan pelayannya untuk menumpahkannya, atau menyuruhnya untuk ditumpahkan” 
 
✅Inilah Nabidz yaitu minunan yg disajikan dg kurma ( kismis pent) yg direndam kedalamnya sehingga menjadi manis denganya. Dan padanya memiliki manfaat yg besar dalam menambah kekuatan serta menjaga kesehatan. Dan tidak boleh diminum setelah tiga hari dikhawatirkan akan memabukan.
 
✅Dari ‘Aisah Ummul mukminin Radhiallohu anhaa: 
 
 قَالَتْ كُنَّا نَنْبِذُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سِقَاءٍ يُوكَى أَعْلَاهُ وَلَهُ عَزْلَاءُ نَنْبِذُهُ غُدْوَةً فَيَشْرَبُهُ عِشَاءً وَنَنْبِذُهُ عِشَاءً فَيَشْرَبُهُ غُدْوَةً
 
“Kami biasa membuat rendaman ( Kurma /Kismis) untuk Rasulullah di dalam air minum yg bertali di atasnya, kami membuat rendaman di pagi hari dan meminumnya di sore hari, atau membuat rendaman di sore hari lalu meminumnya di pagi hari. Riwayat Imam Muslim.
 
✅Dari Sahabat Jabir Bin Abdillah Radhiallohuanhu :
 
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ وَمَعَهُ صَاحِبٌ لَهُ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ كَانَ عِنْدَكَ مَاءٌ بَاتَ هَذِهِ اللَّيْلَةَ فِي شَنَّةٍ وَإِلَّا كَرَعْنَا”
 
Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumah salah seorang laki-laki Anshar bersama seorang sahabat, seraya berkata kepadanya 
 
”Apakah engkau mempunyai air yang telah diinapkan dalam bejana kulit? Jika tidak kami akan minum langsung dari mulut kami.” Riwayat Imam Muslim
 
✅Para ulama menyimpulkan air yg dipakai untuk campuran nabidz yg disukai Rosul Sholallohu alaihi wassalam adalah air yg diinapkan didalam suatu bejana dengan hawa alam  (Sehingga dingin disini bermakna umum karena tidak ada petunjuk khusus larangan meminum  es yg telah mencair, dan jika melihat letak geografis serta musim di Saudi arabia maka dinginya air yg diinapkan disebuah bejana bisa mengalahkan es kulkas yg ada pada saat ini. Wallohu a’lam Silahkan assatidzah yg lain jika mau menambahkan, Pent)
 
📝Akhukum Fillah Dikutip Dari Zaaduul Ma’ad Ibnul Qoyim Aljauziyah, Shohih Imam Muslim Rahimakumulloh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s